Zulhas Ungkap Data Penerima MBG di Pesantren Masih Minim

MENTERI Koordinator Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan perbedaan data jumlah penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG) antara siswa sekolah umum dan madrasah. Pernyataan itu disampaikannya usai mengadakan rapat terbatas terkait dengan MBG pada Kamis, 29 Januari 2026.

Rapat yang digelar di kantor Kementerian Koordinator Pangan itu dipimpin Zulkifli Hasan selaku tuan rumah dan dihadiri jajaran pimpinan Kabinet Merah Putih seperti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi. 

Zulhas–begitu Zulkifli disapa–menyatakan jumlah penerima manfaat di sekolah yang dinaungi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sudah mencapai 95 persen. “Ada keluhan dari Pak Menteri Agama, kok yang di pondok ini kecil (jumlah penerima manfaat),” kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis. Rapat tersebut mengungkapkan jumlah penyaluran MBG di institusi pendidikan di Kementerian Agama mencapai 20 persen. 

Adapun sejumlah institusi pendidikan yang dinaungi Kementerian Agama terdiri dari madrasah aliyah atau setara SMA, madrasah tsanawiyah atau setara dengan SMP, dan pondok pesantren negeri.

Menanggapi perbedaan data antara kedua kementerian itu, Zulhas meminta eselon 1 dari Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Kesehatan, dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional melakukan pencocokan data di Kementerian Koordinator Pangan. “Data itu kita harapkan data-data yang benar, terbaik,” kata politikus Partai Amanat Nasional itu. 

Hingga kini Badan Gizi Nasional mencatat jumlah penerima manfaat telah mencapai 60 juta orang. Adapun target penerima manfaat sepanjang 2026 ditetapkan sebanyak 82,9 juta orang. 

Adapun jumlah satuan pemenuhan pelayanan gizi atau SPPG telah mencapai 22.091 unit dengan jumlah pegawai mencapai 924.424 orang.