10 Rekomendasi Pondok Pesantren Terbaik di Jawa Timur

Melihat dari segi demografi, masyarakat Indonesia yang mayoritas memeluk agama Islam, membuat pondok pesantren (ponpes) banyak berdiri terutama di Jawa Timur. Beberapa pondok pesantren telah berkembang pesat bahkan sudah banyak yang mengusung konsep modern. Tak sedikit pertimbangan orang tua memasukkan anaknya ke pondok pesantren yakni karena pengajarannya, fasilitasnya, bahkan lulusannya.

Saking banyaknya jumlah pesantren membuat orang tua terkadang masih bingung memilih mana yang paling pas untuk buah hatinya. Nah, 10 rekomendasi ponpes versi Kemendikbud ini mungkin bisa jadi solusi.

1. Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor

Jauh sebelum Ponpes ini berdiri, terlebih dahulu didirikan Pondok Tegalsari yang menjadi cikal bakalnya pada abad ke-18 oleh Kyai Hasan Bashari. Terdapat seorang santri paling menonjol bernama Sulaiman Jamaluddin yang kemudian mendapat kepercayaan dari kyainya untuk mendirikan ponpes di Gontor.

Jenjang pendidikan formal terdiri dari Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (pendidikan tingkat menengah untuk santri putra) dan Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah (pendidikan tingkat menengah untuk santri putri). 4 Juli 2014 silam pondok modern ini resmi mendirikan Universitas Darussalam Gontor (UNIDA).

Alamat: Ds. Gontor, Kec. Mlarak, Kab. Ponorogo, Jawa Timur

2. Pondok Pesantren Sidogiri

Ponpes Sidogiri disebut sebagai salah satu yang tertua di Indonesia. Diperkirakan telah didirikan sejak tahun 1745 oleh Sayyid Sulaiman. Sayyid ini memiliki garis keturunan dari Sunan Gunung Jati.

Jenjang pendidikan di Ponpes Sidogiri terdiri dari 4 tingkatan yang tergabung dalam Madrasah Miftahul Ulum yakni tingkat Idadiyah (program baca kitab cepat bagi santri usia dini), Ibtidaiyah (Sekolah Dasar), Tsanawiyah (Sekolah Menengah Pertama), dan Aliyah (Sekolah Menengah Atas). Ponpes ini juga memiliki 17 pemukiman santri.

Alamat: Jalan Raya Sidogiri, Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan

3. Pondok Pesantren Tebu Ireng

Ponpes satu ini terkenal karena sejumlah alumni ternamanya seperti KH Abdurrahman Wahid yakni Presiden Keempat Republik Indonesia dan KH Ma’ruf Amin yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Ponpes Tebu Ireng didirikan pada 1899 oleh KH Hasyim Asy’ari.

Jenjang pendidikan di mulai dari SD hingga SMA. Kurikulum yang berlaku yakni pendidikan agama Islam termasuk Fiqh, Ushul Fiqh, Ahlak, Tasawuf, dan ilmu pengetahuan umum serta pendidikan bahasa meliputi Bahasa Arab dan Inggris.

Alamat: Jl. Irian Jaya No.10, Cukir, Kec. Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur

4. Pondok Pesantren Lirboyo

Ponpes Lirboyo telah berdiri sejak tahun 1900-an dan didirikan oleh KH Abdul Karim. Lirboyo awalnya merupakan nama sebuah desa di barat Sungai Brantas, di lembah gunung Willis, Kota Kediri. Tercatat santri Lirboyo dulunya pernah ikut serta dalam peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Ponpes ini memiliki sejumlah cabang yang tersebar di Jawa Timur, seperti di Malang dan juga Blitar. Sistem pendidikannya dinamai Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien yang telah berkembang menjadi Pusat Pendidikan Islam yang lebih khusus.

Alamat: Desa Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur

5. Pondok Pesantren Langitan

Dulunya, ponpes ini berasal dari sebuah surau kecil tempat sang pendiri, KH Muhammad Nur, mengajarkan ilmunya kepada keluarga dan para tetangga dalam rangka mengusir penjajah. Menurut catatan sejarah, KH Hasyim Asy’ari dan KH Kholil Bangkalan pernah menempuh pendidikan di sini.

Ponpes Langitan menerapkan metode pengajaran dalam sistem klasikal (madrasiyah) dan non klasikal (ma’hadiyah). Sistem pendidikan klasikal merupakan sebuah model pengajaran yang bersifat formal.

Alamat: Jln. Langitan, Slawe, Widang, Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur